Upaya memperbanyak ibadah juga bisa melalui pemberian bantuan dan pertolongan kepada jamaah lain. Terlebih mereka yang membutuhkan atau menahan amarah dan pembicaraan yang tidak bermanfaat.
Ketika ibadah umrah atau ibadah haji dilakukan, sebaiknya jamaah menangguhkan aktivitas dan keinginan untuk berbelanja sampai ibadah selesai. Namun kebanyakan jamaah lebih mengorbankan amalan-amalan keagamaan yang hanya bisa dilakukan di tempat suci tersebut.
Sebagai contoh, jamaah yang terlena untuk berbelanja sehingga melalaikan solat bahkan meninggalkannya. Atau lebih memilih solat didepan-depan toko dan lobi hotel ketimbang mengejar pahala dengan solat di masjid dikarenakan sulit membawa barang-barang belanjaan.
Aktivitas apapun sebetulnya tidak dilarang, membeli oleh-oleh dan buah tangan untuk sanak saudara dan handai taulan adalah sesuatu yang baik. Namun, alangkah baiknya jika aktivitas tersebut dilakukan setelah ibadah kita yang suci ini dilakukan hingga selesainya thawaf ifadhah.
Terkadang pula jamaah salah kaprah tentang amalan-amalan apa saja yang sebetulnya berbuah pahala yang besar meski yang dilakukan bisa dikatakan sepele. Contoh, memungut sampah di pelataran masjid dan membuangnya ditempat yang benar. Namun sebelumnya patut diperhatikan terlebih dahulu apakah barang tersebut sudah tidak dipakai lagi. Jangan sampai kita membuang barang milik jamaah lain yang masih dipakai.
- Menunjukan Tempat Kosong Di Masjid
Masjidil Haram biasanya akan dipadati oleh jamaah diwaktu menjelang solat fardhu. Bagi mereka yang datang belakangan biasanya kesulitan umtuk mendapatkan lahan kosong untuk solat. Bila di sekitar anda terdapat tempat yang kosong ,ada baiknya Anda memberi tahu jamaah tersebut. Jika terkendala dalam bahasa untuk menyampaikannya, lambaikan tangan dan panggil ia Haj.. haj.. lalu tunjukan ruang kosong ditempat Anda.
Ketika Jamaah haji berada di Muzdalifah ( antara Mina dan Arafah )untuk mengambil kerikil-kerikil yang akan digunakan melempar jamarat di Mina, sedikitnya dibutuhkan 49 butir jika menginap di Mina untuk dua malam dan setidaknya 71 butir untuk tiga malam. Biasanya kerikil yang diambil lebih dari yang dibutuhkan, maka dari itu berbagilah dengan jamaah yang lain yang mungkin kesulitan mencari kerikil atau kerikil yang diperlukan masih kurang.
Memakai wangi-wangian merupakan salah satu sunah ketika pergi ke masjid. Bagi jamaah pria, diperbolehkan berbagi wewangian dengan jamaah yang berada di sebelah Anda dengan cara mengoleskan pada pergelangan tangan kanan-kiri mereka. Adakalanya mereka senang menerimanya, namun ada juga yang tidak berkenan. Jika ditolak jangan kecewa, yang penting niat kita adalah berbuat baik. Tapi perlu diingat jangan dilakukan saat kita atau jamaah tersebut sedang berpakaian imrah. Sebab ketika berihram kita dilarang untuk memakai wewangian.
Berbagi Kantong Plastik/ Kresek
Biasakan Anda membawa kantong plastik lebih dari satu. Plastik tersebut bermanfaat untuk menyimpan sandal ketika pergi ke masjid. Pasti ada jamaah yang lupa membawa kantong untuk menyimpan sandalnya. Pada saat seperti itulah kantong lebih yang Anda bawa menjadi manfaat. Selain mendapat pahala karena menolong jamaah yang membutuhkan, Anda juga turut membantu kesucian Masjid.
Berbagi Air Zamzam
Menjelang solat Jumat di Masjidil Haram biasa dijumpai orang-orang dari Turki membagikan air zamzam kepada jamaah yang haus saat mengikuti khutbah jumat. Bagi yang sudah mendapatkan tempat duduk biasanya enggan berdiri untuk mengambil air lantaran pelataran masjid yang sudah dipadati jamaah lain. Biasanya air zamzam dibawakan dalam cerek, lalu dituangkan ke gelas-gelas plastik. Air zamzam tersebut diambil dari keran-keran yang terdapat di sejumlah sudut masjid.
Bawa Makanan Dari Hotel dan Berbagi Ke Jamaah Lain
Sempatkan mengambil makanan lebih dari hotel seperti kue dan buah-buahan lalu bawalah. Mungkin sedikit memberatkan, namun makanan ini akan bermanfaat bagi jamaah lain yang Anda temui di sepanjang perjalanan menuju masjid yang barangkali membutuhkan makanan.
Mendorong Kursi Roda
Mendorong kursi roda jamaah lain jauh lebih bermanfaat dan berlimpah banyak pahala ketimbang Anda menghabiskan energi dan bersikeras untuk dapat mencium Hajar Aswad. Sebab ketika seseorang melakukan thawaf, maka ribuan malaikat akan ikut serta mendoakan.
Dikutip dari majalah Manasik dengan sedikit perubahan tanpa mengurangi makna.
0 komentar:
Posting Komentar